Welcome To My Blog And My Life. Stay Tune!:]

Jumat, 23 November 2012

Kebahagiaan Yang Sederhana

Seandainya kamu bisa melihat kamu dari mataku,
kamu akan melihat orang yang menyebalkan, yang jahil, yang cuek, tapi selalu membuatku tertawa.
Seandainya kamu bisa melihat kamu dari mataku,
kamu akan melihat orang yang nggak pernah mau mengalah, orang yang seenaknya saja, namun juga orang pertama yang akan bertanya, “apa aku baik-baik saja?”
Seandainya kamu bisa melihat kamu dari mataku,
kamu akan tahu bahwa kamulah satu-satunya.

Seandainya kamu bisa melihat kamu dari mataku…
Kamu akan tahu, aku sedang melihat seseorang yang istimewa.

Kamis, 22 November 2012

(:

Aku Butuh Waktu lama..
ntuk melihat Matahari tertbit dan terbenam.

Aku butuh waktu yang lama..
untuk memahami kebahagiaan aku yang sederhana

Aku butuh waktu yang lama..
sebelum akhirnya kamu menyadarkan aku tentang rasa.

Dan,
Aku butuh waktu yang lebiiiiiiiiih lama..
untuk  meyakini kalau impian aku akan menjadi nyata.

Minggu, 11 November 2012

Pulang

Aku selalu percaya, tujuan kita hidup di dunia tak sekedar bernapas, makan, bersekolah, mengerjakan PR, dan hal semacamnya. 
Aku percaya, hidup adalah perjalanan untuk mencari jati diri. 
Kita hidup untuk menemukan siapa kita sebenarnya. 
Ada yang menemukan jati dirinya dengan mudah, ada yang menemukan jati dirinya dengan serangkaian kejadian dan peristiwa pahit. 
Aku berkaca pada hidup yang terkadang lucu. 
Pada orang yang aku kagumi. Pada orang-orang yang aku sayang. 
Kita, manusia, sedang berpetualang mencari jati diri. 
Mencari jalan untuk menembus waktu dan menyatukan keping-keping masa lalu.
Hidup adalah perjalanan mencari jati diri. 
Lebih dari itu, hidup adalah perjalanan untuk mencari jalan pulang. 
Ke sebuah rumah yang hangat. 
Yang di dalamnya berisi tawa dan peluk hangat dari orang-orang yang kita sayang. 
Sebuah rumah yang membuat kita tak ingin pergi lagi, karena kehadiran mereka membuat kita menjadi manusia yang lebih baik, manusia yang lebih hidup, manusia yang penuh cinta. 
Semoga kamu cepat sadar, bahwa sebenarnya kamu sudah menemukan jalan pulang, namun kamu memutuskan untuk kembali mencari. 
Kami adalah  keluargamu, kami adalah rumahmu. 
Sejak kamu dipeluk ibu, sejak kamu ditimang ayah, sebenarnya, kamu telah…. Pulang.

Pernah

Aku mengerahkan rasa yang kupunya pada ujung jemari.
Membuatnya menari bersama hujan yang menyapa Bumi.
Kamu membenci hujan. Becek, lembab, basah dan membuatmu merana.
Namun kita sama-sama mencintai pelangi setelah hujan reda.
Hujan, tak selalu menghantarkan rindu. 
Terkadang dia mengirimkan tetesan yang memukul dinding masa lalu. 
Aku pernah bertanya: bisakah hujan melarutkan rasa gundah? 
Sayang, hujan terlalu malas untuk berbalas sapa.
Aku pernah mencintai hujan yang membantuku menyamarkan air mata. 
Aku membenci kepalsuan tapi harus tersenyum walau duka meraja.
Bagiku, romantis bukan ketika menatap hujan yang merintik dalam gerak lambat. 
Tapi merekam setiap senyum yang pernah kamu buat.
Aku pernah merasakan hangatmu memeluk sela jemari. 
Memandang keluar jendela, menghitung sisa tetes hujan tadi. 
Kamu, jarang merangkai aksara indah. 
Tapi kamu selalu berhasil mengusir airmata dan menghadirkan tawa. 
Namun, semua yang kini aku genggam hanyalah satu kata: pernah. 
Bisa kah kamu kembali menjadi kamu? Akankah kamu dan aku melebur menjadi kita? 
…….. karena aku tak pernah suka pada kata pernah. 
………………………………………………………tak pernah !!

Jumat, 09 November 2012

Dia - Sammy Simorangkir

Dia hanya dia di duniaku
Dia hanya dia di mataku
Dunia terasa telah menghilang
Tanpa ada dia di hidupku
Sungguh sebuah tanya yang terindah
Bagaimana dia merengkuh sadarku
Tak perlu ku bermimpi yang indah
Karena ada dia di hidupku
Ku ingin dia yang sempurna (yang sempurna)
Untuk diriku yang biasa (yang biasa)
Ku ingin hatinya, ku ingin cintanya
Ku ingin semua yang ada pada dirinya
Ku hanya manusia biasa (yang biasa)
Tuhan bantu ku tuk berubah (untuk berubah)
Tuk miliki dia, tuk bahagiakannya
Tuk menjadi seorang yang sempurna untuk dia

Selasa, 06 November 2012

Tanyaku..

Mungkin kamu tidak tahu apa yang sedang aku rasakan.
Mungkin kamu tidak perduli dengan apa yang kurasakan.
Sakit, Perih mungkin itu yang kurasakan saat ini.. :(
Kamu tidak bisa melihat dari mimikku, caraku dan tingkahku, kalau aku sakit karenamu.
Kamu tahu?
Saat apa yang telah kamu perbuat, aku hanya bisa diam.
Saat kamu memulai kebohonganmu, aku juga diam.
Ya, memang aku tidak bisa bertindak.
Tapi, semua yang telah kamu lakukan itu, akan ada balasannya!
Makasih karena kamu sudah pernah ada waktu buat aku.
Makasih juga karena kamu sudah pernah mewarnai hariku denngan senyum dan kebahagiaan.
:")

Senin, 05 November 2012

Kamu-


Kadang, aku merasa kamu adalah keindahan yang tak terjamah.

Namun, semakin lama kita bersama, aku sadar, keindahan yang sesungguhnya tak perlu mewah.

Sering, hanya dengan menatap senyummu, aku sudah merasa bahagia.

Aku menyukai semua yang kita punya saat ini.
 
Kehampaan yang dulu pernah singgah, perlahan-lahan pergi, sejak kamu di sini.

Kamu tau kenapa kamu istimewa? Karena kamu adalah jawaban dari istilah ‘bahagia itu sederhana…

Ah, cinta memang sederhana. Manusia yang menjadikannya penuh ukiran rumit, dan berbelit-belit :’)

Kita Adalah Cinta

Siapakah kita? Siapakah aku? Kenapa kita dilahirkan ke dunia ini? 

Kenapa kita besar dan sekolah? Buat apakah semua ini? Dan, bagaimanakah akhirnya?

Semua pertanyaan ini mungkin tidak akan mendapat jawabannya hingga kita menutup mata. 

Namun selama aku hidup, inilah yang aku percaya …

Bahwa aku ada karena cinta. Bahwa aku hidup untuk cinta. Dan suatu hari aku akan berpulang kembali ke cinta.

Cinta bukan berarti selalu tertawa. Bukan berarti selalu bersedih. 
Cinta bukan berarti selalu mengetahui. Tapi, cinta berarti selalu memahami.

Siapakah kita? Siapakah aku? Pada akhirnya, aku hanya bisa menjawab.
 Bahwa jati diri kita hanyalah satu, yaitu cinta. 
Karena, kalau bukan karena cinta, keberadaan kita di dunia pastilah kehilangan makna.

Coretan Sederhana: Pertanyaan Dan Kamu

Coretan Sederhana: Pertanyaan Dan Kamu

Pertanyaan Dan Kamu

Kamu adalah sebuah cerita, yang baru saja bermula. 
Dan sebuah lagu, baru di bait ke satu.. 
Kamu adalah sebuah perjalanan. 
Yang baru saja meninggalkan, pekarangan rumah di depan. 
Dengan segala peraturan dan kebosanan. 
Kamu adalah sebuah gangguan, bagi sederet rutinitas. 
Kamulah yang melembutkan, kejenuhan yang mengeras.. 
Kamu adalah setangkai bunga yang segar, 
yang selalu mencari, di manakah sinar matahari memancar.
Kamu sebuah awal baru yang senantiasa membuatku berpikir: 
Adakah kesempatan bagiku, untukmu jadi sebuah akhir?
Kamu. 
Empat aksara yang senantiasa membuatku bertanya-tanya. 
Di kamu kah masa depan berada?

Kamu

Pertemuan pertama kita terekam jelas di otakku. 
Aku sering memainkan adegan itu dalam gerak lambat. 
Mengingat, mereka, dan merasakan setiap helai gerakanmu. 
Ingatkah kamu, waktu itu aku hampir celaka? 
Kamu ada di sana. Aku ada di sana. Terluka.
Kini, aku hanya ingin menghentikan waktu, 
dan mempigurakan senyummu yang selalu mampu membuatku tenang. 
Walau dalam badai, meski dalam tangis, dan senja merah yang manis.
Mungkin kita adalah dua sisi koin yang ditakdirkan berpasangan. 
Mungkin di saat seperti ini, kita baru paham seperti apa bentuk rindu yang menelusup pelan. 
Kala diam. Kala hening. Kala malam.
Jika rasa ini memang nyata, maka ajari aku, tetap melaju tapi tak terjebak waktu. 
Tetap berpusar tanpa harus terlempar.
Tetap mengalir tanpa harus berpikir
Kamu.
Ketika rumus fisika majal, matematika menemui ajal, kimia tak lagi berguna, dan biologi hanya kata tanpa arti.
Kamu, ketika cinta menjelma menjadi satu definisi. Pasti.